
Sekarang, zaman udah berubah…
Nilai-nilai bergeser…
Tekhnologi semakin maju
Cari teman lama yang ‘hilang’, dengan mudah tinggal klik search di facebook, add jadi teman, dalam waktu kurang dari sehari, kalau teman kita itu juga aktif, langsung diapprove, send message, tukaran pin bb kalau ada dan langsung, kita bisa update berita terbaru.
Mau promosi, juga nggak susah. Ada media twitter, milis, juga facebook dan media lain yang dalam hitungan detik, langsung terupdate apa yang ingin kita jual.
Walaupun asli, saya tetap aja lho belum bisa promosi apalagi marketing di twitter gitu :p
Tetap belum pede heheee
Paling hanya pasang pic dan link, selebihnya, terserah anda deh :)
Bukan cuek, tapi simply hanya… gak pede :)
Dan nggak hanya jualan, lagi ngapain teman kita itu, saya bisa langsung tahu hanya dengan membaca statusnya di twitter atau facebook
Mau nulis pun rasanya lebih gampang cari bahan dengan google
Kemarin lagi nulis tentang souvenir, saya tinggal googling negaranya dan tadaaa, langsung dapat apa yang saya butuhkan
Malah sampai mupeng sendiri lihat souvenir cantik-cantik itu.
Harganya sih masih affordable, tapi ongkirnya itu lho, nggak nahan
Jadi pikir-pikir, mending beli langsung di negaranya aja deh wkwkwkwkwk, save this dream for 5 years later, amen
Mau cari tahu tentang segala penyakit dan obatnya, ketika ada saudara yang terkena gejala sakit tertentu, juga tinggal googling aja
Mau cari video klip Britney Spears, Kattie Perry yang terbaru, tinggal masuk 4shared, atau youtube
Mau googling tentang penyakit jantung, seperti yang saya tulis untuk novel Lullaby saya (available on Dec 1, 2011), tinggal klik and read
Sungguh, mudah!
Mau nulis tentang negara dan transportasi di Paris, seperti yang saya butuhkan di Lukisan Keempat, juga tinggal click, search and read juga, dan voila semua mengira saya pernah ke Paris
Padahal beuh, heheeee itu masih jadi mipi :)
Like I say, save this dreams for later, cause He knows the right time to give that super wonderous vacation for me
Yang jelas, nggak mungkin deh sekarang.
Selain karena kudu nabung dulu, kebayang nggak vacation dengan baby di gendongan, yang sedikit-sedikit minta breastfeeding, atau anak umur 5 tahun yang lari-lari penuh semangat di sepanjang perjalanan
Bisa jantungan saya
Yang ada bukan enjoy, malah jadi migraine :p
Nah, tuh, malah jadi melantur.
Oke, back again to topic.
Nah, melihat semua itu, senangkah saya dengan semua perubahan?
Munafik deh kalau saya bilang saya nggak happy
Of course saya senang. Senang banget
Tapi…. Stresnya juga ada. Banyak malah.
Nah lho, kenapa bisa stress?
Serius ya, saya merasa banget kemajuan zaman terlalu cepat, nyaris lari, nggak bisa kekejar.
Bahkan mungkin belokan pun dilalui tanpa rem
Kita, sebagai akibatnya, ikut terseok-seok menyesuaikan semua itu dengan kondisi kita sendiri
Dengan kedewasaan cara pikir, yang nggak bisa dipungkiri akan kita peroleh sejalan umur (biarpun sebetulnya nggak njamin juga sih), kita sebagai orang dewasa bisa mengikuti kemajuan tersebut. Memilah mana yang baik
Melempar mana yang nggak sesuai dengan agama dan culture kita
Sekarang pertanyaannya, bisakah mereka - anak remaja, anak kecil - deal dengan semua itu? Apalagi tanpa supervisi orang dewasa di sekitar mereka
Nih ya, saya kasih contoh satu hal yang membuat saya jantungan
Waktu kecil, umur 5 tahun, lagu apa sih yang saya nyanyiin?
Saya nggak ingat pasti sih, tapi rasanya nggak jauh-jauh dari balonku ada 5, atau bintang kecil, atau lihat kebunku
Dan sekarang, lagu apa yang jadi lagu fave Irish?
Lagu Britney spears yang saya bahkan lupa judulnya, intinya dia nyanyi2 di mobil dan ada robot, lengkap dengan baju seksi dan rambut nan cantik
Lagu kattie Perry, last Friday night ya kalau nggak salah
Irish sudak dandan, lengkap dengan gaya kawat gigi ala Kattie Perry itu
Hanya aja, sebagai ganti kawat gigi, Irish pake bando
Imajinasi sih boleh juga
Tapi lenggak lenggok di depan cermin plus gayanya itu lho, aduuh, sampai saya dan hubby jantungan, langsung nggak pernah lagi deh kita nonton MTV ataupun setel video klip itu di komputer
Terus, kasus kedua, waktu pacaran, dan seingat saya pacaran saya itu betul-betul soft and light
Cuma ngobrol di sekolah, dilarang pergi berdua nonton
Surat-suratan sih, tapi nggak berlebihan
Ngobrol juga hanya lewat telpn rumah, itupun dibatasi
Sekarang…
Twitter merajalela
Setiap jam hampir ada satu akun yang menyebut nama pacarnya
And how she can’t live without her boyfriend itu
Setiap hari, selalu menyebut I love you, setiap hari selalu bilang : I am proud to be your girl friend and how my life is complete with you
Sebenarnya juga nggak salah
Tapi everyday, every hour, every minute?
Come on girl, have some pride!
Kemudahan tekhnologi membuat mereka akan sangat mudah chatting, beyond supervision of course, twittering, expressing how they feel, and maybe, just maybe browsing about things we, an adult, never imagine
Doesn’t it scary you?
And saying I love you, every hour and minute, itu membuat keterikatan mental yang akhirnya menurut saya malah akan membuat para gadis remaja itu rugi berat
Face it, pada akhirnya, yang rugi selalu cewek, kan :(
Belum lagi memandang bagaimana dunia menatap ke arahmu dengan segala ‘proklamasi’ tersebut
Tidakkah itu akan membuat kamu dianggap ‘lebay’?
Oke deh, saat jatuh cinta memang sejuta rasanya. Kita ingin memproklamasikan rasa itu. Di mata kita, hanya ada gue dan lo.
Yang lain, invisible
Tapi percayalah, saat akhirnya kamu terjaga, kamu akan menyesali segala tingkah laku itu
Kalau putus, smoga tidak sih, kamu akan berpikir, huek, kok dulu gue bisa selebay itu, ya
Kalau nggak putus pun, yah, nanti setelah menikah jika semua rasa itu udah ‘diobral’, apa yang bisa kita dapatkan lagi?
Jadi please, coba batasi diri kita sendiri
Kemudian about fashion
Semua media sekarang mendukung tentang fashion, and how to get a fashionably look, how to be yourself with THEIR style
Untuk yang nggak terlalu mampu, out aja deh
Ke laut aja, lo!
Dulu, udah banyak kasus anak yang rendah diri karena merasa tertinggal oleh teman-temannya yang lebih mampu
Sekarang, dengan segala icon itu? Saya nggak kebayang sih
No wonder ya, kasus bullying semakin marak
Dan biasanya, fashion-fashion itu juga hampir sama tipenya
Memamerkan lekuk tubuh dengan seksi, biarpun mungkin tidak terbuka
Saya sih nggak muna ya
Saya juga suka kok melihat cewek cantik pakai baju bagus, rasanya keren gitu
Tapi kalau terlalu seksi, hm, yeah, I don’t think so
Ada beberapa postingan yang pernah menulis tentang, you’ll get boyfriend by something you wear
Postingan Stephanie Zen dan Mike-Lia (Just check out my link ya, di sebelah kanan blog ini kalau kalian ingin membaca lebih jelas tentang topik itu)
I find it true
Kalau baju yang dipakai itu udah celana pendek, tanktop, kelihatan puser lagi dengan alasan : lagi mode, memamerkan hampir seluruh lekuk liku tubuhmu, yes, people maybe will like it. Just for their eyes, but not for their heart
Anyway, how could you expect to get boyfriend whom can respect and cherish you with God’s way, when you don’t respect yourself by showing all of your body?
Impossible.
Saya memang belum memasuki fase dimana nanti saya akan dealing hal tersebut dengan kedua anak gadis saya
Yang mana, gubraks, semakin membuat saya stress
Wkwkwkkkkk
Kalau zaman sekarang aja udah seperti itu, gimana nanti 10 tahun ke depan?
Bayanginnya aja udah sampai ngos-ngossan
Saya hanya bisa berdoa, minta kebijakan dariNya, proteksi perlindungan sempurna untuk kedua anak saya, Roh Kudus yang akan selalu mengingatkan mereka secara konstan untuk bisa menjaga kekudusan tubuh mereka sebagai bait Allah
Saya berdoa supaya Tuhan memampukan mereka untuk menghargai diri mereka sendiri, mencintai Tuhan lebih dari segalanya, dan itu termasuk : hidup sesuai dengan ekspektasiNya
Dan itu semua, terus terang, membuat saya (sedikit banyak) berharap, andai saja zaman dan tekhnologi tidak belari secepat ini
6 comments:
nice post, mba rina :)
setuju banget kalau kemajuan zaman banyak negatifnya juga, musti hati-hati...
Thanks sabrina :)
Iya setuju banget mbak, kemajuan teknologi bikin deg2an, membayangkan nanti pas anak saya besar udah pusing duluan.
aduh, nanti zaman aku jadi mommy, kemajuan teknologi udh kayak apa ya :s tapi bener2 minta hikmat dr Tuhan ya Ci, pasti bisa handle.. :)
@mama desi : doa membawa banyak perbedaan :)
steph : doa steph, DIa yang mampukan ya
Post a Comment