Thursday, November 17, 2011

When God says no


image was taken from www.bluebuddies.com

… it means He has prepared something much better for us

Susah untuk ngerti ini? Banget
Bahkan kadang, berpuluh tahun ke depan, tetap aja kita belum mengerti
Bahkan mungkin, sampai kapanpun, kita tetap nggak akan mengerti
Kadang diperlukan iman seorang anak kecil untuk tetap percaya

Ya, when He doesn’t make sense, just trust His heart


Berapa kali saya ngalamin hal ini dulu.
Saat ini pun saya sedang mengalami bahwa permintaan saya dijawab tidak, atau mungkin disuruh tunggu.
Di masa akan datang, saya pasti akan mengalami hal ini lagi

Banyak hal yang saya belum mengerti, kok Tuhan tega ya bilang nggak untuk permintaan saya.
Padahal, simple loh Tuhan.
Saya juga bukan orang yang ‘ngelunjak’ kok, dikasih hati malah minta jantung
Tapi kok tetap aja ya Tuhan nggak kabulin?

Tapi ada beberapa hal yang dulu terasa membingungkan, dan saat ini, beberapa tahun ke depan setelah saat itu, menengok ke belakang, saya baru memahami, oh… gitu toh Tuhan alasanMu.

Ini beberapa contoh mulai dari kasus ringan sampai berat, yang mana permintaan saya dijawab nggak, yang saya analisa dari kacamata saya ya
So remember, this is just the point from my view

1. waktu saya hamil, saya mudah sekali mual kalau minum atau makan makanan tertentu. Saya minta sama Tuhan, tolong dong Tuhan, saya jangan mual, supaya saya bisa makan apa aja. And for that simple question, He says NO.
kenapa nggak? Kenapa bukan Dia jawab, iya, saja?
Nih ya, saya bilangin. Tuhan tahu, saya tuh anaknya nekat dan bandel. Saya bukan tipe yang bisa berkorban, biarpun tahu konsekuensinya, untk menahan diri.
Contohnya, udah tahu makan mie instant itu kurang bagus, tetap aja saya nekat makan mie instant. Kebayang nggak kalau Dia menjawab ya, untuk permintaan saya itu, aduh, kasihan banget kan baby saya itu. Bisa kurang gizi, rambut rontok, dll dll.
Begitupun dengan kopi. Saya pinginnnnnn banget minum kopi pas hamil itu. Tapi apa yang terjadi? Dang, saya selalu muntah setiap kali saya nekat meneguk cafein itu.
Lagi-lagi, kenapa Dia bukan biarini saya aja dengan segala cafein yang masuk ke dalam tubuh saya, dan juga baby saya itu?

Karena, Dia begitu sayang dengan calon anak yang bertumbuh di dalam perut saya. Dia nggak ingin saya menyesal kemudian
Jadi instead of letting me eat and drink all those ‘horrible’ thing, Dia justru membiarkan saya muntah. Supaya yang masuk ke dalam tubuh saya hanya makanan yang berguna dan bernutrisi baik untuk bayi saya itu.

2. thn 2007, siapa yang nggak ingat, banjir besar yang melanda kota Jakarta. Pastilah pada ingat. Itu kan terkenal banget, sampai ada istilahnya, banjir 5 tahunan, yang mana tahun 2012 nanti adalah siklus tahun kelima, dan terus terang, saya gentar nih heheeee
Anyway, back to topic, tahun 2007 itu banjir besar. Saat itu saya mengontrak rumah di Grogol, dekat rumah orang tua saya sebelum saya menikah.
Irish udah lahir, baru 6 bulan usianya.
Ketika hujan turun deras, saya kalang kabut berdoa, Tuhan tolong pleaseeeeeee jangan hujan. Pleaseeeee kalaupun hujan, jangan banjir. Pleaseeeee kalaupun banjir, jangan masuk rumah. Ataupun pleaseeeeeee kalau sampai masuk rumah, selutut aja deh paling tinggi Tuhan. Please Tuhan, please.
Dan apa yang terjadi?
Hujan turun deras. Air mengalir masuk. Banjir terjadi. Sampai batas apa? Dang, sampai hampir sebahu.
Capek deh Tuhan.
Seluruh perabotan saya hampir rusak, ngebuang. Baju-baju saya kena banjir. Ada yang rusak, ada yang kelunturan, bahkan ada yang kebawa air dan hilang.
Parah.
Apa saya mengerti jawaban kenapa Tuhan bilang nggak untuk doa sederhana saya itu?

Oke deh, ceritanya lanjut ya.
Tahun 2007 itu juga, kontrakan habis. Berarti saya bisa perpanjang, bisa stop dan pindah ke tempat lain
Karena terus terang nih, saya udah eneg sama banjir, logis kan saya mutusin untuk pindah
Akhirnya kami cari kontrakan lagi di rumah daerah kelapa gading
Kenapa di Gading?
Karena kantor saya ada di daerah itu.
Dan kenapa ngontrak?
Simple, karena uangnya belum ada
Saat itu kan kami baru menikah 2 tahun, lagi ngumpulin uang juga.
Rumah kami di daerah Cibubur juga kosong. Nggak ditempati karena terlalu jauh, nggak dikontrakkan karena ribet ngurusnya, gak kepikir juga mau dijual.pokoknya, dibiarkan saja.

dapat deh rumah kontrakan di Gading. Sederhana, tapi okelah.

Terus, tahun 2008, hujan turun lagi. Banjir mengancam kembali.
Mimpi buruk berulang. Lagi-lagi saya berdoa, pleaseeeee Tuhan, jangan banjir lagi.
Jangan dong, yang 2007 itu rasanya udah lebih dari cukup deh
Kalaupun mau banjir, di luar aja ya
Jangan sampai banjir itu masuk rumah
Saya kan capek angkut-angkut barang
Saya capek beberes rumah abis banjir selesai

And guess what, He said no, again

Banjir kembali melanda, kali ini puji Tuhan, hanya semata kaki
Tapi repotnya, beuh sama aja
Yang udah pernah ngalamin banjir pasti tahu, banjir kecil besar sih sama repot beberesnya
Sama-sama harus dikosek dan dikeringin
Pokoknya, cape deh

Kemudian banjir itupun surut

Lagi-lagi kontrakan saya berahir tahun 2009, saatnya cari rumah kan

Tapi puji Tuhan, karena rumah Cibubur berhasil dijual, dan dengan bantuan kakak saya, kami mulai bisa berpikir untuk beli rumah aja, dan bukan kontrak lagi.
Kenapa kami memutuskan beli rumah : karena dananya sudah ada, biarpun tetap harus nyicil, tapi kali ini nyicil rumah milik kami sendiri. The house of our own
Kenapa di Gading?
Karena sudah 2 tahun kami menempati tempat ini, dan kami puas dengan surroundingnya, puas dengan fasilitasnya, puas dengan kantor saya yang hanya tirrrr sampai
Jadilah kami mencari rumah

Dan tebak, saat itulah saya tahu, kenapa Tuhan menjawab tidak untuk kedua permintaan saya di atas

Dia membuat banjir tetap datang di 2008, supaya kami mampu beli rumah
Terus terang aja, property turun drastis ketika banjir melanda
Jadi rumah yang kami beli ini, kami dapat dengan harga sangggaaat oke.
Murah untuk rumah yang baik (bagi saya)
Kondisi yang oke
Bahkan rumah itu dibangun agak naik dari permukaan jalan, which means, sangat oke karena berarti untuk banjir skala normal, banjir itu tidak akan lagi masuk ke dalam rumah
Kecuali banjir gila2an seperti 2007 itu ya

Orang bilang, harga murah itu karena banjir, jadi property semua turun, termasuk di daerah Gading
Saya bilang, itu karena Tuhan. Itu harga mujizat

Just info aja, untuk thn 2011 ini, harganya udah naik sangat banyak karena belakangan, Gading nggak pernah banjir lagi, kan. Dan tanggul kanal timur itu sudah jadi
Tapi kalau saat dulu itu banjir tidak terjadi, sekali lagi, this is just in my point of view, nggak bakalan kami mampu beli rumah ini dengan harga sangat baik.
Malah mungkin, kami belum bisa beli rumah sama sekali

Terus, He said no, for my prayer back then in 2007, ketika saya minta Grogol jangan banjir ialah, supaya saya pindah rumah. Supaya saya pindah lokasi
Saya kan paling malas pindah lokasi. Apalagi jauh-jauh
Bayangkan, waktu itu aja malas pindah dari Grogol karena udah tahu tempat makanan enak dan semua seluk beluknya
Ini lagi pindah Gading
Kalau nggak dipaksa, nggak bakalan deh saya jabanin

Nah, karena grogol banjir, saya kan jadi kudu mikir ya
Akhirnya ya udah, saya pindah deh ke Gading
Bayangkan ya kalau saya tetap stay di Grogol, kerja di Gading, bisa mati di jalan dengan kondisi macet yang gila-gilaan kayak sekarang ini
Ditambah plus, sekarang anak saya kan udah 2
Saya nggak mungkin banget bisa berangkat ngepas dan pulang cepet, plus pulang di saat jam makan siang untuk breastfeeding, seperti yang saya lakukan dengan kondisi tinggal di rumah Gading
It is indeed a blessing
Dan saya baru tahu beberapa tahun kemudian, ketika saya melihat ke belakang

Oh Tuhan, jadi itu toh jawaban kenapa Engkau bilang tidak untuk permintaan saya

Kasus terakhir ialah, saya dan hubby ketika pengantin baru, belum punya mobil. Ya, sempat punya sih, tapi kami jual sebelum menikah untuk DP rumah cibubur. Jadi kondisi setelah menikah ialah, hubby hnya punya motor
Kemudian kami cari mobil kan, karena juga udah punya anak
Repot kalau ke dokter masa harus naik motor
Nyarinya itu lho, ribeetttt
Nggak dapat-dapat
Dalam arti, nggak dapat sesuai budget dengan yang kami inginkan
Kami doa lho supaya dapat mobil cepat, karena kasihan Irish kalau pergi kan kena angin.
But He still says, no, wait.
Akhirnya dapat juga di bulan Februari 2007. saat itulah kami minta supaya mobil diantarkan ke Jakarta. Belinya waktu itu di Solo, kota asal hubby

Tertunda karena satu masalah
Udah belinya susah, nganternya susah, ketunda pula
Uh, mau marah

Dan lagi-lagi kemudian saya tahu alasannya, ya itu, karena banjir besar melanda
Kalau sampai ya mobil itu dikirim February, atau kami dapat di tahun 2006, kebayang nggak mobil itu pasti rusak parah?
Jakarta lagi banjir besar, banyak mobil rusak
Mau diungsiin kemanapun hasilnya akan sama
Tapi dengan menunda memberikan mobil tersebut untuk kami, Tuhan membuktikan, waktunya memang pas

Sorry ya postingan yang ini agak panjang
Kebablasan soalnya :)

Anyway, hanya mau bilang, when God says no, when He doesn’t make sense, don’t ever try to understand Him.
Just trust His heart

Saya juga susah sih nerapinnya
Sama-sama belajar, yuk

6 comments:

Clo said...

kadang saking takut ditolak gw akhirnya ga berani berharap apalagi bawa dalam doa.. padahal kan harusnya tetep minta yah..

Stephanie Zen said...

waaah Cici, bagus banget! memang ya, kalau kita coba ngerti jalan-Nya sekarang pasti susah. Tuhan juga pasti bilang, "anak-Ku, kalau Kujelaskan sekarang, kamu juga nggak akan ngerti..." :D tapi someday kalau kita lihat ke belakang, we'll say, "thank you Lord, for my prayers You said NO to..." :)

Pucca said...

postingan yang bagus banget rin :)
ayuk sama2 belajar percaya pada rencana-Nya.. gua kagum lu bisa inget semuanya, seringan kan kita gak inget semua berkat yang kita punya ;)

Rina Suryakusuma said...

@Clo : Beraniin diri Clo, karena Dia adalah Bapa yang perduli, ya

Rina Suryakusuma said...

@Steph : Thanks ya Steph. Yes, we cannot understand now, but at the right time, we eventually will know, that He never leave us. It was then that He carried us, ya Steph :)

Rina Suryakusuma said...

@Viol : Thanks Vi, senang bisa sharing bareng ya